WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Malang Perkuat Kolaborasi Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria melalui Program BAZNAS Sehat

Malang, 14 Oktober 2026 – BAZNAS Kota Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui Program BAZNAS Sehat, khususnya dalam upaya penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM). Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan pendanaan kesehatan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan Kota Malang dan berbagai mitra terkait.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, BAZNAS Kota Malang telah merealisasikan bantuan kesehatan sebesar Rp135.225.000 pada tahun 2025. Komitmen ini berlanjut hingga September 2026 dengan realisasi bantuan sebesar Rp109.800.000. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen ini juga diperkuat melalui partisipasi BAZNAS Kota Malang dalam kegiatan workshop yang digagas oleh Yayasan Mahameru sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam penanganan permasalahan kesehatan masyarakat di Kota Malang.

Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, MA., menegaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan.

“BAZNAS hadir untuk melengkapi upaya pelayanan kesehatan yang telah dilakukan pemerintah. Melalui amanah zakat, infak, dan sedekah, kami berupaya membantu masyarakat yang menghadapi hambatan ekonomi dalam menjalani pengobatan. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini semakin kuat sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui Program BAZNAS Sehat, dukungan diberikan melalui dua pendekatan utama, yaitu preventif dan kuratif. Pendekatan preventif dilakukan melalui edukasi, promosi, serta penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong pencegahan penularan penyakit. Sementara itu, pendekatan kuratif diwujudkan melalui pengobatan gratis, bantuan biaya pengobatan, serta bantuan akomodasi kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kota Malang memandang bahwa penanganan AIDS, TBC, dan Malaria tidak cukup hanya mengandalkan layanan medis. Pasien dan keluarganya juga dapat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, seperti biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan, kebutuhan nutrisi, kehilangan pendapatan, hingga stigma sosial yang dapat menghambat keberlanjutan pengobatan.

Karena itu, sinergi dengan Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan mitra komunitas menjadi penting agar dukungan medis dapat berjalan beriringan dengan bantuan sosial yang diperlukan pasien. Pendekatan ini diharapkan membantu mengurangi hambatan ekonomi, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta menjaga martabat dan kerahasiaan penerima manfaat.

BAZNAS Kota Malang juga menegaskan bahwa penyaluran dana ZIS dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip syariah, kepatuhan terhadap regulasi, transparansi, serta ketepatan sasaran. Koordinasi dan mekanisme rujukan bersama pihak kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Malang berharap Program BAZNAS Sehat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.

Dukungan para muzaki melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian penting dari ikhtiar ini. Sebab, zakat bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan, mempertahankan kualitas hidup, dan menjalani masa depan dengan lebih baik.

Mari salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Malang.

https://lynk.id/baznaskotamalang
WA Layanan Informasi: 081 333 81 5656
WA Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656

14/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Malang
Melalui Infak, BAZNAS Kota Malang Dorong Perlindungan bagi Pekerja Rentan

Malang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang terus mengembangkan inovasi pengelolaan dana umat melalui gagasan “Infak Peduli Pekerja Rentan”, sebuah skema perlindungan sosial yang diarahkan untuk membantu pekerja informal dan kelompok masyarakat rentan memperoleh perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Gagasan tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat infak agar tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas filantropi umum, tetapi juga dapat menjadi instrumen penguatan ketahanan sosial masyarakat. Melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dana infak yang dihimpun secara khusus dan sukarela dapat diarahkan untuk membiayai iuran kepesertaan pekerja rentan yang memenuhi kriteria sebagai Mustahik.

Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menegaskan bahwa pengembangan program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan pengelolaan dana umat yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Infak tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sesaat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi instrumen perlindungan sosial. Melalui Infak Peduli Pekerja Rentan, kita ingin menghadirkan manfaat yang lebih terukur, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dan menghadapi risiko sosial-ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.”

Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja rentan merupakan bagian penting dari upaya membangun ketahanan keluarga. Ketika pekerja terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya, keluarga juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mempertahankan keberlangsungan ekonominya.

Dalam skemanya, penghimpunan infak dilakukan secara sukarela dengan akad dan administrasi yang jelas. Dana tersebut ditempatkan dalam pos khusus dan dipisahkan secara administratif dari dana zakat. Selanjutnya, calon peserta didata dan diverifikasi untuk memastikan ketepatan sasaran sebelum pembayaran iuran dilakukan melalui sistem BPJS Ketenagakerjaan.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Malang, Dr. Sutomo, S.Ag., M.Sos., menyampaikan bahwa aspek tata kelola menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan program tersebut. Sebagai Wakil Ketua IV yang membidangi SDM, administrasi, dan umum, menegaskan bahwa:

“Kunci dari program ini adalah tata kelola yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena dana yang digunakan merupakan infak khusus, maka harus ada pemisahan administrasi, pendataan peserta yang jelas, mekanisme verifikasi, serta pelaporan yang dapat dipantau. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat terus dijaga.”

Dr. Sutomo menambahkan, program tersebut dirancang secara bertahap melalui pilot project dengan jumlah peserta yang terbatas. Tahapan tersebut meliputi penyusunan regulasi internal, penetapan kriteria peserta, pendataan dan verifikasi lapangan, pendaftaran peserta ke BPJS Ketenagakerjaan, pembayaran iuran, monitoring, hingga evaluasi efektivitas program.

Sementara itu, dari Ibu Riyanti selaku pengurus Z-Qardh Baitul Makmur, program tersebut dinilai membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam membangun perlindungan sosial berbasis gotong royong.

“Kami melihat program ini sebagai bentuk nyata bahwa kontribusi masyarakat, meskipun kecil, dapat dikumpulkan dan diarahkan menjadi perlindungan yang berarti. Z-Qardh siap ikut membantu mensosialisasikan program kepada masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa infak juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan keluarga.”

Program Infak Peduli Pekerja Rentan menyasar sejumlah kelompok yang memiliki tingkat kerentanan sosial-ekonomi relatif tinggi, antara lain pedagang kecil dan mikro, pengemudi serta pekerja jasa informal, buruh harian, pekerja informal, serta pekerja rentan yang berasal dari keluarga mustahik. Penetapan peserta nantinya disesuaikan dengan hasil pendataan dan verifikasi serta kapasitas dana infak yang tersedia.

Melalui skema tersebut, BAZNAS Kota Malang menempatkan infak sebagai bagian dari ekosistem perlindungan sosial yang lebih terstruktur. Dana tidak diberikan secara tunai kepada peserta, tetapi digunakan untuk pembayaran iuran kepesertaan sesuai mekanisme yang ditetapkan, sehingga manfaat program dapat diarahkan secara langsung pada perlindungan sosial ketenagakerjaan.

BAZNAS Kota Malang juga menyiapkan sejumlah indikator untuk mengukur keberhasilan program, antara lain jumlah dana infak yang terhimpun, jumlah peserta yang memperoleh status kepesertaan aktif, kontinuitas pembayaran iuran, ketepatan pelaporan, dukungan komunitas, serta manfaat nyata yang diterima peserta ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya.

Ke depan, hasil pelaksanaan pilot project akan menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dan menentukan kemungkinan pengembangan skala program. Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Kota Malang berharap gerakan infak dapat berkembang dari sekadar aktivitas berbagi menjadi instrumen filantropi yang mampu memperkuat perlindungan sosial, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan umat.

Infak kecil yang dikumpulkan bersama dapat menjadi perlindungan sosial yang berarti bagi pekerja rentan. Melalui kolaborasi BAZNAS, Z-Qardh , masyarakat, dan BPJS Ketenagakerjaan, semangat gotong royong diharapkan dapat diterjemahkan menjadi sistem perlindungan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

30/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Salurkan Sekitar Rp100 juta untuk Lima Program, Perluas Manfaat ZIS bagi Masyarakat

Malang, 14 September 2026 – BAZNAS Kota Malang kembali menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah melalui kegiatan pendistribusian rutin bulan September 2026 yang dilaksanakan hari ini. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Malang menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp100.250.000 kepada para penerima manfaat melalui lima program utama BAZNAS Kota Malang.

Pendistribusian bantuan mencakup lima program, yaitu Program Dakwah dan Advokasi, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, serta Kemanusiaan. Bantuan disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan hasil asesmen penerima manfaat, mulai dari dukungan pendidikan, bantuan kesehatan dan pengobatan, pemberdayaan ekonomi, dukungan kegiatan dakwah, hingga bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan akibat kondisi sosial maupun kemanusiaan.

Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menyampaikan bahwa pendistribusian rutin menjadi salah satu bentuk tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan amanah masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

“Setiap dana ZIS yang dititipkan kepada BAZNAS adalah sebuah amanah. Karena itu, kami berupaya agar setiap bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan beban penerima manfaat, tetapi juga menjadi jalan untuk tumbuh dan berdaya,” ujar Prof. Kasuwi.

Menurutnya, kekuatan program BAZNAS tidak terlepas dari kepercayaan para muzaki dan masyarakat yang terus menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui BAZNAS Kota Malang. Semakin kuat kepercayaan tersebut, semakin luas pula manfaat yang dapat dihadirkan bagi masyarakat.

Salah satu penerima manfaat dari Program Ekonomi, Ibu Sulianah, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu mengembangkan usaha yang dijalankannya dan menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Malang atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk mengembangkan usaha. Semoga usaha saya bisa semakin lancar dan bantuan ini bisa menjadi awal untuk saya lebih mandiri,” ungkap Ibu Sulianah.

Melalui pendistribusian rutin ini, BAZNAS Kota Malang terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan ZIS yang amanah, berkah, dan maslahah. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan penerima manfaat.

Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, terdapat kepercayaan dari para muzaki yang memilih untuk berbagi melalui BAZNAS Kota Malang. Zakat yang ditunaikan hari ini dapat menjadi pendidikan bagi seorang anak, pengobatan bagi mereka yang membutuhkan, modal bagi pelaku usaha, serta harapan baru bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.

Mari Terus Tumbuhkan Manfaat Bersama BAZNAS Kota Malang

Masyarakat dapat mendukung program-program BAZNAS Kota Malang dengan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui:

https://lynk.id/baznaskotamalang
WA Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656

Karena dari ZIS yang Anda titipkan, ada kehidupan yang terbantu dan harapan yang kembali tumbuh.

14/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Malang
Dari Rombong untuk Langkah Baru, BAZNAS Kota Malang Salurkan Bantuan Usaha kepada 10 Mustahik

Malang, 14 September 2026 – BAZNAS Kota Malang kembali menghadirkan manfaat zakat melalui pendistribusian bantuan rombong tahap II tahun 2026 kepada 10 penerima manfaat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Malang dalam mendorong masyarakat untuk memiliki usaha yang lebih layak, mandiri, dan berkelanjutan.

Pada tahap kedua ini, bantuan yang disalurkan terdiri dari 8 rombong dorong dan 2 rombong untuk sepeda. Bantuan tersebut diberikan kepada penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan memenuhi ketentuan program BAZNAS Kota Malang.

Bantuan rombong diharapkan tidak hanya menjadi sarana berjualan, tetapi juga menjadi modal awal untuk meningkatkan penghasilan dan mengembangkan usaha. Dengan fasilitas usaha yang lebih memadai, para penerima manfaat diharapkan dapat memperluas jangkauan pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Nailu Rohmah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Malang atas bantuan yang telah diberikan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Malang atas bantuan rombong yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Semoga BAZNAS semakin maju dan selalu diberikan kelancaran dalam membantu masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program pemberdayaan ekonomi ini, BAZNAS Kota Malang terus berupaya memastikan zakat yang ditunaikan para muzaki dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan mustahik. Rombong yang hari ini diserahkan diharapkan menjadi awal dari perjalanan usaha yang lebih baik, hingga para penerima manfaat mampu tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Sebab, bagi BAZNAS Kota Malang, bantuan bukan sekadar apa yang diberikan hari ini, tetapi tentang bagaimana bantuan tersebut dapat menjadi jalan bagi mustahik untuk berdiri dengan kekuatannya sendiri.

Mari Tumbuhkan Kemandirian Bersama ZIS

Dukungan masyarakat melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program pemberdayaan seperti bantuan rombong ini.

Masyarakat dapat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kota Malang:

https://lynk.id/baznaskotamalang
WA Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656

Dari ZIS yang Anda tunaikan, lahir usaha. Dari usaha, tumbuh kemandirian.

14/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Probolinggo

Malang, 26 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang menerima kunjungan studi tiru atau ngangsu kaweruh dari BAZNAS Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/8), bertempat di Kantor BAZNAS Kota Malang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam penguatan tata kelola lembaga serta pengembangan program pemberdayaan. Rombongan BAZNAS Kabupaten Probolinggo yang hadir sebanyak 10 orang mengikuti diskusi dan sharing terkait sejumlah praktik pengelolaan yang diterapkan oleh BAZNAS Kota Malang.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, MA, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BAZNAS Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, kegiatan studi tiru menjadi ruang yang baik bagi lembaga zakat untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.

“Silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat kelembagaan. Kita tidak hanya berbagi apa yang sudah dilakukan, tetapi juga dapat saling memberikan masukan untuk meningkatkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik,” ujar Prof. Kasuwi.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo, Drs. H. Achmad Muzammil, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh BAZNAS Kota Malang. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan wawasan dan menjadi bahan pengembangan bagi BAZNAS Kabupaten Probolinggo.

“Kami datang untuk ngangsu kaweruh, belajar dari pengalaman BAZNAS Kota Malang. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan hari ini dapat menjadi tambahan pengetahuan dan dapat kami terapkan dalam meningkatkan tata kelola serta pelayanan di BAZNAS Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi, BAZNAS Kabupaten Probolinggo mempelajari beberapa hal, di antaranya proses pengelolaan dan penataan data sebagai persiapan menghadapi pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP), proses penerapan dan pengelolaan ISO, serta program Z-Qardh sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS Kota Malang.

Diskusi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman antara kedua lembaga. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi dan komunikasi yang semakin kuat antar-BAZNAS dalam rangka meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan zakat.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan apresiasi, serta foto bersama antara jajaran BAZNAS Kota Malang dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo.

26/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Malang

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Malang Perkuat Kolaborasi Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria melalui Program BAZNAS Sehat
BAZNAS Kota Malang Perkuat Kolaborasi Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria melalui Program BAZNAS Sehat
Malang, 14 Oktober 2026 – BAZNAS Kota Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui Program BAZNAS Sehat, khususnya dalam upaya penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM). Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan pendanaan kesehatan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan Kota Malang dan berbagai mitra terkait. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, BAZNAS Kota Malang telah merealisasikan bantuan kesehatan sebesar Rp135.225.000 pada tahun 2025. Komitmen ini berlanjut hingga September 2026 dengan realisasi bantuan sebesar Rp109.800.000. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan. Komitmen ini juga diperkuat melalui partisipasi BAZNAS Kota Malang dalam kegiatan workshop yang digagas oleh Yayasan Mahameru sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam penanganan permasalahan kesehatan masyarakat di Kota Malang. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, MA., menegaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. “BAZNAS hadir untuk melengkapi upaya pelayanan kesehatan yang telah dilakukan pemerintah. Melalui amanah zakat, infak, dan sedekah, kami berupaya membantu masyarakat yang menghadapi hambatan ekonomi dalam menjalani pengobatan. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini semakin kuat sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Melalui Program BAZNAS Sehat, dukungan diberikan melalui dua pendekatan utama, yaitu preventif dan kuratif. Pendekatan preventif dilakukan melalui edukasi, promosi, serta penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong pencegahan penularan penyakit. Sementara itu, pendekatan kuratif diwujudkan melalui pengobatan gratis, bantuan biaya pengobatan, serta bantuan akomodasi kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kota Malang memandang bahwa penanganan AIDS, TBC, dan Malaria tidak cukup hanya mengandalkan layanan medis. Pasien dan keluarganya juga dapat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, seperti biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan, kebutuhan nutrisi, kehilangan pendapatan, hingga stigma sosial yang dapat menghambat keberlanjutan pengobatan. Karena itu, sinergi dengan Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan mitra komunitas menjadi penting agar dukungan medis dapat berjalan beriringan dengan bantuan sosial yang diperlukan pasien. Pendekatan ini diharapkan membantu mengurangi hambatan ekonomi, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta menjaga martabat dan kerahasiaan penerima manfaat. BAZNAS Kota Malang juga menegaskan bahwa penyaluran dana ZIS dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip syariah, kepatuhan terhadap regulasi, transparansi, serta ketepatan sasaran. Koordinasi dan mekanisme rujukan bersama pihak kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Malang berharap Program BAZNAS Sehat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Dukungan para muzaki melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian penting dari ikhtiar ini. Sebab, zakat bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan, mempertahankan kualitas hidup, dan menjalani masa depan dengan lebih baik. Mari salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Malang. https://lynk.id/baznaskotamalangWA Layanan Informasi: 081 333 81 5656 WA Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656
BERITA14/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Melalui Infak, BAZNAS Kota Malang Dorong Perlindungan bagi Pekerja Rentan
Melalui Infak, BAZNAS Kota Malang Dorong Perlindungan bagi Pekerja Rentan
Malang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang terus mengembangkan inovasi pengelolaan dana umat melalui gagasan “Infak Peduli Pekerja Rentan”, sebuah skema perlindungan sosial yang diarahkan untuk membantu pekerja informal dan kelompok masyarakat rentan memperoleh perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Gagasan tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat infak agar tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas filantropi umum, tetapi juga dapat menjadi instrumen penguatan ketahanan sosial masyarakat. Melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dana infak yang dihimpun secara khusus dan sukarela dapat diarahkan untuk membiayai iuran kepesertaan pekerja rentan yang memenuhi kriteria sebagai Mustahik. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menegaskan bahwa pengembangan program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan pengelolaan dana umat yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Infak tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sesaat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi instrumen perlindungan sosial. Melalui Infak Peduli Pekerja Rentan, kita ingin menghadirkan manfaat yang lebih terukur, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dan menghadapi risiko sosial-ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.” Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja rentan merupakan bagian penting dari upaya membangun ketahanan keluarga. Ketika pekerja terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya, keluarga juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mempertahankan keberlangsungan ekonominya. Dalam skemanya, penghimpunan infak dilakukan secara sukarela dengan akad dan administrasi yang jelas. Dana tersebut ditempatkan dalam pos khusus dan dipisahkan secara administratif dari dana zakat. Selanjutnya, calon peserta didata dan diverifikasi untuk memastikan ketepatan sasaran sebelum pembayaran iuran dilakukan melalui sistem BPJS Ketenagakerjaan. Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Malang, Dr. Sutomo, S.Ag., M.Sos., menyampaikan bahwa aspek tata kelola menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan program tersebut. Sebagai Wakil Ketua IV yang membidangi SDM, administrasi, dan umum, menegaskan bahwa: “Kunci dari program ini adalah tata kelola yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena dana yang digunakan merupakan infak khusus, maka harus ada pemisahan administrasi, pendataan peserta yang jelas, mekanisme verifikasi, serta pelaporan yang dapat dipantau. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat terus dijaga.” Dr. Sutomo menambahkan, program tersebut dirancang secara bertahap melalui pilot project dengan jumlah peserta yang terbatas. Tahapan tersebut meliputi penyusunan regulasi internal, penetapan kriteria peserta, pendataan dan verifikasi lapangan, pendaftaran peserta ke BPJS Ketenagakerjaan, pembayaran iuran, monitoring, hingga evaluasi efektivitas program. Sementara itu, dari Ibu Riyanti selaku pengurus Z-Qardh Baitul Makmur, program tersebut dinilai membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam membangun perlindungan sosial berbasis gotong royong. “Kami melihat program ini sebagai bentuk nyata bahwa kontribusi masyarakat, meskipun kecil, dapat dikumpulkan dan diarahkan menjadi perlindungan yang berarti. Z-Qardh siap ikut membantu mensosialisasikan program kepada masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa infak juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan keluarga.” Program Infak Peduli Pekerja Rentan menyasar sejumlah kelompok yang memiliki tingkat kerentanan sosial-ekonomi relatif tinggi, antara lain pedagang kecil dan mikro, pengemudi serta pekerja jasa informal, buruh harian, pekerja informal, serta pekerja rentan yang berasal dari keluarga mustahik. Penetapan peserta nantinya disesuaikan dengan hasil pendataan dan verifikasi serta kapasitas dana infak yang tersedia. Melalui skema tersebut, BAZNAS Kota Malang menempatkan infak sebagai bagian dari ekosistem perlindungan sosial yang lebih terstruktur. Dana tidak diberikan secara tunai kepada peserta, tetapi digunakan untuk pembayaran iuran kepesertaan sesuai mekanisme yang ditetapkan, sehingga manfaat program dapat diarahkan secara langsung pada perlindungan sosial ketenagakerjaan. BAZNAS Kota Malang juga menyiapkan sejumlah indikator untuk mengukur keberhasilan program, antara lain jumlah dana infak yang terhimpun, jumlah peserta yang memperoleh status kepesertaan aktif, kontinuitas pembayaran iuran, ketepatan pelaporan, dukungan komunitas, serta manfaat nyata yang diterima peserta ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya. Ke depan, hasil pelaksanaan pilot project akan menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dan menentukan kemungkinan pengembangan skala program. Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Kota Malang berharap gerakan infak dapat berkembang dari sekadar aktivitas berbagi menjadi instrumen filantropi yang mampu memperkuat perlindungan sosial, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan umat. Infak kecil yang dikumpulkan bersama dapat menjadi perlindungan sosial yang berarti bagi pekerja rentan. Melalui kolaborasi BAZNAS, Z-Qardh , masyarakat, dan BPJS Ketenagakerjaan, semangat gotong royong diharapkan dapat diterjemahkan menjadi sistem perlindungan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Salurkan Sekitar Rp100 juta untuk Lima Program, Perluas Manfaat ZIS bagi Masyarakat
BAZNAS Kota Malang Salurkan Sekitar Rp100 juta untuk Lima Program, Perluas Manfaat ZIS bagi Masyarakat
Malang, 14 September 2026 – BAZNAS Kota Malang kembali menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah melalui kegiatan pendistribusian rutin bulan September 2026 yang dilaksanakan hari ini. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Malang menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp100.250.000 kepada para penerima manfaat melalui lima program utama BAZNAS Kota Malang. Pendistribusian bantuan mencakup lima program, yaitu Program Dakwah dan Advokasi, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, serta Kemanusiaan. Bantuan disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan hasil asesmen penerima manfaat, mulai dari dukungan pendidikan, bantuan kesehatan dan pengobatan, pemberdayaan ekonomi, dukungan kegiatan dakwah, hingga bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan akibat kondisi sosial maupun kemanusiaan. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menyampaikan bahwa pendistribusian rutin menjadi salah satu bentuk tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan amanah masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. “Setiap dana ZIS yang dititipkan kepada BAZNAS adalah sebuah amanah. Karena itu, kami berupaya agar setiap bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan beban penerima manfaat, tetapi juga menjadi jalan untuk tumbuh dan berdaya,” ujar Prof. Kasuwi. Menurutnya, kekuatan program BAZNAS tidak terlepas dari kepercayaan para muzaki dan masyarakat yang terus menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui BAZNAS Kota Malang. Semakin kuat kepercayaan tersebut, semakin luas pula manfaat yang dapat dihadirkan bagi masyarakat. Salah satu penerima manfaat dari Program Ekonomi, Ibu Sulianah, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu mengembangkan usaha yang dijalankannya dan menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kota Malang atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk mengembangkan usaha. Semoga usaha saya bisa semakin lancar dan bantuan ini bisa menjadi awal untuk saya lebih mandiri,” ungkap Ibu Sulianah. Melalui pendistribusian rutin ini, BAZNAS Kota Malang terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan ZIS yang amanah, berkah, dan maslahah. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan penerima manfaat. Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, terdapat kepercayaan dari para muzaki yang memilih untuk berbagi melalui BAZNAS Kota Malang. Zakat yang ditunaikan hari ini dapat menjadi pendidikan bagi seorang anak, pengobatan bagi mereka yang membutuhkan, modal bagi pelaku usaha, serta harapan baru bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan. Mari Terus Tumbuhkan Manfaat Bersama BAZNAS Kota Malang Masyarakat dapat mendukung program-program BAZNAS Kota Malang dengan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui: https://lynk.id/baznaskotamalang WA Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656 Karena dari ZIS yang Anda titipkan, ada kehidupan yang terbantu dan harapan yang kembali tumbuh.
BERITA14/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Dari Rombong untuk Langkah Baru, BAZNAS Kota Malang Salurkan Bantuan Usaha kepada 10 Mustahik
Dari Rombong untuk Langkah Baru, BAZNAS Kota Malang Salurkan Bantuan Usaha kepada 10 Mustahik
Malang, 14 September 2026 – BAZNAS Kota Malang kembali menghadirkan manfaat zakat melalui pendistribusian bantuan rombong tahap II tahun 2026 kepada 10 penerima manfaat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Malang dalam mendorong masyarakat untuk memiliki usaha yang lebih layak, mandiri, dan berkelanjutan. Pada tahap kedua ini, bantuan yang disalurkan terdiri dari 8 rombong dorong dan 2 rombong untuk sepeda. Bantuan tersebut diberikan kepada penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan memenuhi ketentuan program BAZNAS Kota Malang. Bantuan rombong diharapkan tidak hanya menjadi sarana berjualan, tetapi juga menjadi modal awal untuk meningkatkan penghasilan dan mengembangkan usaha. Dengan fasilitas usaha yang lebih memadai, para penerima manfaat diharapkan dapat memperluas jangkauan pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Ibu Nailu Rohmah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Malang atas bantuan yang telah diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Malang atas bantuan rombong yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Semoga BAZNAS semakin maju dan selalu diberikan kelancaran dalam membantu masyarakat,” ungkapnya. Melalui program pemberdayaan ekonomi ini, BAZNAS Kota Malang terus berupaya memastikan zakat yang ditunaikan para muzaki dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan mustahik. Rombong yang hari ini diserahkan diharapkan menjadi awal dari perjalanan usaha yang lebih baik, hingga para penerima manfaat mampu tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Sebab, bagi BAZNAS Kota Malang, bantuan bukan sekadar apa yang diberikan hari ini, tetapi tentang bagaimana bantuan tersebut dapat menjadi jalan bagi mustahik untuk berdiri dengan kekuatannya sendiri. Mari Tumbuhkan Kemandirian Bersama ZIS Dukungan masyarakat melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program pemberdayaan seperti bantuan rombong ini. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kota Malang: https://lynk.id/baznaskotamalang WA Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656 Dari ZIS yang Anda tunaikan, lahir usaha. Dari usaha, tumbuh kemandirian.
BERITA14/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Probolinggo
BAZNAS Kota Malang Terima Kunjungan Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Probolinggo
Malang, 26 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang menerima kunjungan studi tiru atau ngangsu kaweruh dari BAZNAS Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/8), bertempat di Kantor BAZNAS Kota Malang. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam penguatan tata kelola lembaga serta pengembangan program pemberdayaan. Rombongan BAZNAS Kabupaten Probolinggo yang hadir sebanyak 10 orang mengikuti diskusi dan sharing terkait sejumlah praktik pengelolaan yang diterapkan oleh BAZNAS Kota Malang. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, MA, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BAZNAS Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, kegiatan studi tiru menjadi ruang yang baik bagi lembaga zakat untuk saling belajar dan bertukar pengalaman. “Silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat kelembagaan. Kita tidak hanya berbagi apa yang sudah dilakukan, tetapi juga dapat saling memberikan masukan untuk meningkatkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik,” ujar Prof. Kasuwi. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo, Drs. H. Achmad Muzammil, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh BAZNAS Kota Malang. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan wawasan dan menjadi bahan pengembangan bagi BAZNAS Kabupaten Probolinggo. “Kami datang untuk ngangsu kaweruh, belajar dari pengalaman BAZNAS Kota Malang. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan hari ini dapat menjadi tambahan pengetahuan dan dapat kami terapkan dalam meningkatkan tata kelola serta pelayanan di BAZNAS Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. Dalam sesi diskusi, BAZNAS Kabupaten Probolinggo mempelajari beberapa hal, di antaranya proses pengelolaan dan penataan data sebagai persiapan menghadapi pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP), proses penerapan dan pengelolaan ISO, serta program Z-Qardh sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS Kota Malang. Diskusi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman antara kedua lembaga. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi dan komunikasi yang semakin kuat antar-BAZNAS dalam rangka meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan zakat. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan apresiasi, serta foto bersama antara jajaran BAZNAS Kota Malang dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo.
BERITA26/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Dorong UMKM Mandiri & Naik Kelas, BAZNAS Kota Malang Gelar Bina Mustahik Merdeka
Dorong UMKM Mandiri & Naik Kelas, BAZNAS Kota Malang Gelar Bina Mustahik Merdeka
Malang, 26 Agustus 2026 – BAZNAS Kota Malang kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui kegiatan Bina Mustahik Merdeka yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Kota Malang, pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi para UMKM binaan BAZNAS Kota Malang untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Melalui kegiatan ini, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan dukungan, tetapi juga dibekali pengetahuan dan strategi agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan. Kegiatan dihadiri oleh Kabag Kesra Pemerintah Kota Malang yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Malang, jajaran pimpinan dan amil pelaksana BAZNAS Kota Malang, perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, BPJS Ketenagakerjaan serta perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang terkait dengan program-program ketenagakerjaan dan juga dari Bank Syariah Indonesia (BSI) mengenai pemanfaatan QRIS, BSI Agent, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI. Materi ini memberikan wawasan kepada para pelaku UMKM mengenai berbagai layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung transaksi, perluasan layanan, hingga pengembangan permodalan usaha. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemasaran, BAZNAS Kota Malang juga menyediakan foto sample produk bagi UMKM binaan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu penerima manfaat memiliki tampilan produk yang lebih menarik dan siap dipasarkan melalui berbagai kanal, khususnya media digital. Tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, kegiatan hari ini juga dirangkaikan dengan pendistribusian bantuan Program Pendidikan kepada 16 penerima manfaat. Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Malang dalam mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat yang membutuhkan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik merupakan bagian penting dari tujuan pengelolaan zakat. “BAZNAS tidak ingin mustahik hanya menerima bantuan. Kita ingin bantuan yang diberikan menjadi jalan untuk membangun kemandirian. Harapannya, usaha mereka berkembang, penghasilannya meningkat, sehingga suatu saat mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi mampu menjadi munfiq bahkan muzaki,” ujarnya. Rangkaian pembinaan diawali dengan materi dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang yang disampaikan oleh Farid Suaidi, ST., MM., dengan materi mengenai optimalisasi dan strategi pengembangan usaha UMKM. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana mengembangkan usaha, memperkuat produk, serta melihat peluang agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan materi Penguatan Spiritual Mustahik yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A.. Materi tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan usaha dengan penguatan spiritual, sehingga keberhasilan ekonomi tetap berjalan beriringan dengan nilai-nilai amanah dan keberkahan. Selanjutnya, Wakil Ketua BAZNAS Kota Malang, Sulaiman, A.P., memberikan materi Edukasi Psikologi UMKM. Para peserta diajak memahami pentingnya membangun pola pikir, mentalitas, motivasi, serta ketahanan dalam menjalankan usaha. Penguatan psikologis dinilai penting agar pelaku UMKM tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha. Melalui Bina Mustahik Merdeka, BAZNAS Kota Malang terus berupaya mengembangkan pola pemberdayaan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan. Setiap penerima manfaat didorong untuk memiliki kemampuan, keberanian, dan strategi untuk berkembang hingga mampu berdiri secara mandiri. Sebab, zakat yang ditunaikan para muzaki bukan hanya untuk membantu seseorang bertahan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mereka mampu membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan. Masyarakat dapat mendukung berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta program BAZNAS Kota Malang lainnya dengan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui: https://lynk.id/baznaskotamalang Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656
BERITA26/08/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Jadi Rujukan Nasional, BAZNAS Kabupaten Purworejo Pelajari Inovasi Pemberdayaan UMKM dan Kantor Digital
BAZNAS Kota Malang Jadi Rujukan Nasional, BAZNAS Kabupaten Purworejo Pelajari Inovasi Pemberdayaan UMKM dan Kantor Digital
Malang, 17 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang kembali dipercaya menjadi rujukan dalam pengelolaan zakat yang inovatif. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan studi tiru BAZNAS Kabupaten Purworejo ke Kantor BAZNAS Kota Malang untuk mempelajari berbagai inovasi di bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat, khususnya pemberdayaan UMKM serta implementasi Kantor Digital BAZNAS. Rombongan BAZNAS Kabupaten Purworejo yang terdiri dari jajaran pimpinan, seluruh amil pelaksana, serta didampingi perangkat daerah Kabupaten Purworejo, disambut langsung oleh Pimpinan BAZNAS Kota Malang bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Malang. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat kolaborasi, dan menjadi ruang berbagi praktik baik antar-BAZNAS daerah. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat harus terus bertransformasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. "Kami percaya bahwa zakat bukan hanya tentang menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi juga menghadirkan solusi yang mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri. Karena itu, BAZNAS Kota Malang terus menghadirkan berbagai inovasi agar zakat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Semoga melalui studi tiru ini lahir sinergi dan inovasi yang semakin memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia," ujar Prof. Kasuwi Saiban. Pada sesi diskusi, BAZNAS Kota Malang memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan, salah satunya Program Z-Qardh, yaitu pembiayaan usaha berbasis qardhul hasan bagi pelaku UMKM mustahik. Program ini menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus karena dinilai mampu mendorong pelaku usaha kecil untuk berkembang tanpa terbebani biaya pembiayaan. Selain itu, rombongan juga mempelajari implementasi Kantor Digital BAZNAS Kota Malang, yang mendukung pelayanan zakat secara lebih modern, efektif, transparan, dan terintegrasi. Inovasi digital tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Malang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki maupun mustahik. Perwakilan BAZNAS Kabupaten Purworejo menyampaikan apresiasi atas keterbukaan BAZNAS Kota Malang dalam berbagi pengalaman dan inovasi. "Kami memperoleh banyak inspirasi dari berbagai program yang telah dikembangkan BAZNAS Kota Malang, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan transformasi digital. Semoga berbagai praktik baik ini dapat kami adaptasi untuk meningkatkan pelayanan zakat di Kabupaten Purworejo," ungkapnya. Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, pertukaran gagasan, serta penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak sebagai simbol persahabatan, sinergi, dan komitmen untuk terus membangun pengelolaan zakat yang profesional, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kota Malang berharap kolaborasi antar-BAZNAS di seluruh Indonesia semakin kuat, sehingga inovasi yang lahir di setiap daerah dapat saling melengkapi dan memperluas manfaat zakat bagi kesejahteraan umat. Masyarakat dapat mendukung berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan BAZNAS Kota Malang dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui tautan: https://lynk.id/baznaskotamalang atau menghubungi layanan Pengumpulan BAZNAS Kota Malang melalui katalog WhatsApp di nomor 085 111 02 5656. Terima kasih muzaki, terima kasih mustahik. ????
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Mahasiswa PKL UIN Malang Mulai Belajar di BAZNAS Kota Malang, Kenali Dunia Zakat Lebih Dekat
Mahasiswa PKL UIN Malang Mulai Belajar di BAZNAS Kota Malang, Kenali Dunia Zakat Lebih Dekat
Malang, 13 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang terus berkomitmen mencetak generasi muda yang memahami tata kelola zakat secara profesional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengarahan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Malang pada Selasa (13/7/2026). Kegiatan pengarahan dipimpin oleh Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum BAZNAS Kota Malang, Dr. Sutomo, didampingi oleh Staf Bidang IV, Fadila Zannuba Arifah. Pengarahan diberikan kepada mahasiswa Program Studi Manajemen dan Perbankan Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang akan melaksanakan PKL selama dua bulan di lingkungan BAZNAS Kota Malang. Dalam arahannya, Dr. Sutomo menjelaskan bahwa pelaksanaan PKL bukan hanya menjadi sarana memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tata kelola lembaga zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Selama masa PKL, mahasiswa akan dikenalkan dengan struktur organisasi, budaya kerja, program-program unggulan BAZNAS Kota Malang, serta berbagai tugas yang selaras dengan kompetensi akademik yang mereka miliki. "Kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami bahwa zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadikan masa PKL ini sebagai ruang belajar, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi yang nantinya bermanfaat bagi dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat," ujar Dr. Sutomo. Selain penyampaian tugas dan tanggung jawab selama PKL, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai lima program unggulan BAZNAS Kota Malang, sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta berbagai inovasi layanan yang telah dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang berharap para mahasiswa mampu memperoleh pengalaman praktis yang tidak hanya memperkuat kompetensi di bidang manajemen dan perbankan syariah, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial sebagai generasi penerus pembangunan bangsa. BAZNAS Kota Malang mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Malang. Amanah para muzaki akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang berhak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Masyarakat dapat mendukung berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan BAZNAS Kota Malang dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui tautan: https://lynk.id/baznaskotamalang atau menghubungi layanan Pengumpulan BAZNAS Kota Malang melalui katalog WhatsApp di nomor 085 111 02 5656. Terima kasih muzaki, terima kasih mustahik.
BERITA13/07/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Salurkan Beragam Bantuan untuk Masyarakat
BAZNAS Kota Malang Salurkan Beragam Bantuan untuk Masyarakat
Kota Malang, 29 Juni 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Bertempat di Kantor BAZNAS Kota Malang, kegiatan pendistribusian dilaksanakan bersama jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Malang dan Bapak Ahmad Soleh, S.IP., M.M., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Malang. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kota Malang dan Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Malang menyalurkan berbagai jenis bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, meliputi beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan modal usaha berupa rombong usaha, bantuan renovasi rumah tidak layak huni, program bedah rumah, bantuan biaya hidup, serta program dakwah dan advokasi melalui bantuan pembangunan masjid dan mushala. Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mustahik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Secara terperinci nilai manfaat dari distribusi tersebut, yakni dengan total penerima manfaat sebanyak 282 penerima manfaat dan total pendistribusian keseluruhan senilai Rp. 159.600.000. Pendistribusian mencakup pada 5 program yakni dakwah dan akvikasi, ekonomi, Kesehatan, Pendidikan dan kemanusiaan. Pada program ekonomi, BAZNAS Kota Malang membagikan rombong kepada 12 penerima manfaat yang diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha yang dimiliki oleh para penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. Kasuwi Saiban, MA menyampaikan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat apabila dikelola secara profesional dan tepat sasaran. “Hari ini kita tidak sekadar menyerahkan bantuan, tetapi sedang menunaikan amanah para muzaki kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Zakat harus mampu menghadirkan harapan, menguatkan kehidupan, serta membuka jalan bagi mustahik untuk bangkit menjadi pribadi yang mandiri dan sejahtera. Itulah esensi pengelolaan zakat yang berdampak.” Moh. Wahid, S.Pd.I., MM. selaku Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menambahkan bahwa ragam bantuan yang disalurkan menunjukkan komitmen BAZNAS Kota Malang dalam menghadirkan layanan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa manfaat zakat dapat dirasakan secara luas, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Ke depan, BAZNAS Kota Malang akan terus memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat zakat semakin besar dan semakin tepat sasaran." Sementara itu, Kabag Kesra Kota Malang, Ahmad Soleh, S.IP., M.M., memberikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS Kota Malang dalam mendukung program-program kesejahteraan masyarakat yang sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kota Malang Mbois Berkelas. "BAZNAS Kota Malang telah menunjukkan perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Malang dalam membantu masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memperkuat upaya bersama dalam menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup warga, dan memperluas jangkauan pelayanan sosial." Ia juga berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat. "Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kota Malang dan BAZNAS terus berkembang melalui berbagai inovasi program. Dengan semangat kolaborasi, zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu mempercepat pemberdayaan masyarakat, memperkuat solidaritas, dan mendukung pembangunan Kota Malang yang inklusif dan berkeadilan." Kegiatan pendistribusian berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima dan berharap program-program BAZNAS Kota Malang terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat zakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga pengelola zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dengan dukungan para muzaki, sinergi bersama Pemerintah Kota Malang, serta partisipasi seluruh elemen masyarakat, BAZNAS optimistis zakat akan terus menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan sosial, dan pemberdayaan umat.
BERITA29/06/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Pimpinan BAZNAS RI Dorong Sinergi, Profesionalisme, dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat di Tingkat Daerah
Pimpinan BAZNAS RI Dorong Sinergi, Profesionalisme, dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat di Tingkat Daerah
Kota Malang, 28 Juni 2026 – Dalam rangka memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Dr. Saidah Sa'wan, MA melakukan kunjungan pembinaan dan penguatan tata kelola kepada jajaran pimpinan BAZNAS se-Malang Raya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (28/6/2026) pukul 13.00–16.00 WIB bertempat di Kantor BAZNAS Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Malang Raya yang meliputi BAZNAS Kota Malang, BAZNAS Kabupaten Malang, dan BAZNAS Kota Batu, beserta jajaran pelaksana. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi kelembagaan dalam membangun tata kelola zakat yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Selaku tuan rumah kegiatan, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. Kasuwi Saiban, MA, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan oleh Pimpinan BAZNAS RI kepada seluruh jajaran BAZNAS se-Malang Raya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang semakin dinamis. "Kehadiran Ibu Dr. Saidah Sa'wan, MA memberikan energi baru bagi kami untuk terus berbenah. Pembinaan ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama dalam membangun tata kelola BAZNAS yang semakin profesional, akuntabel, dan mampu menjawab harapan masyarakat. Sinergi yang terbangun di Malang Raya menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan zakat kepada umat." Prof. Dr. H Kasuwi Saiban, MA juga menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya dituntut menjadi lembaga penghimpun zakat, tetapi harus mampu menjadi institusi yang menghadirkan manfaat nyata melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan dan tepat sasaran. "Kami berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola yang berlandaskan nilai amanah, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Kepercayaan masyarakat khususnya ASN Pemerintah Kota Malang merupakan aset besar bagi BAZNAS. Oleh karena itu, seluruh program harus dikelola secara bertanggung jawab sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan umat. Melalui kolaborasi BAZNAS se-Malang Raya, kami optimistis pengelolaan zakat akan semakin berkualitas dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat." Dalam arahannya, Dr. Saidah Sa'wan, MA menegaskan bahwa tantangan pengelolaan zakat saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga pada kemampuan lembaga dalam membangun tata kelola yang baik (Good Zakat Governance). Tata kelola yang kuat merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa dana zakat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang optimal bagi mustahik. "Kepercayaan masyarakat adalah modal utama BAZNAS. Oleh karena itu, setiap proses pengelolaan zakat harus dijalankan secara profesional, transparan, akuntabel, sesuai syariat, dan patuh terhadap regulasi yang berlaku. Dengan tata kelola yang baik, BAZNAS akan semakin dipercaya dan semakin mampu memberikan dampak yang luas bagi kesejahteraan umat," ujar Dr. Saidah Sa'wan, MA. Dalam sesi dialog dan pembinaan, masing-masing pimpinan BAZNAS Malang Raya memaparkan perkembangan kelembagaan, capaian penghimpunan zakat, inovasi program pendistribusian dan pendayagunaan, digitalisasi layanan, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat melalui BAZNAS. Forum ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) antar-BAZNAS di wilayah Malang Raya, sekaligus merumuskan berbagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Beberapa poin strategis yang menjadi perhatian antara lain penguatan kapasitas sumber daya manusia amil, optimalisasi sistem informasi, penguatan pengawasan internal, peningkatan kualitas pelaporan, serta pengembangan program-program pemberdayaan ekonomi umat yang lebih terukur dan berkelanjutan. Para pimpinan BAZNAS Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu menyambut baik kunjungan pembinaan dari Komisioner BAZNAS RI. Mereka menyatakan komitmennya untuk terus melakukan transformasi kelembagaan melalui peningkatan kualitas tata kelola, inovasi pelayanan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Malang Raya semakin meneguhkan komitmennya untuk menjadi lembaga pengelola zakat yang mengedepankan 3 (tiga) prinsip aman, yakni aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dengan tata kelola yang semakin baik, BAZNAS diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, memberdayakan ekonomi umat, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Seluruh pimpinan BAZNAS se-Malang Raya berkomitmen untuk menindaklanjuti berbagai arahan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI. Semangat kolaborasi yang terbangun dalam forum ini diharapkan menjadi fondasi dalam memperkuat tata kelola zakat yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan pengelolaan yang semakin profesional dan berintegritas, BAZNAS diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia yang berkeadaban. Kegiatan pembinaan ini diakhiri dengan sesi diskusi, penyampaian rekomendasi strategis, serta foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh jajaran BAZNAS Malang Raya untuk terus memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
BERITA28/06/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS, Kemenag, dan FOZ Istiqomah Kolaborasi Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas dalam Lebaran Yatim 1448 H
BAZNAS, Kemenag, dan FOZ Istiqomah Kolaborasi Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas dalam Lebaran Yatim 1448 H
Malang, 25 Juni 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang bersama UPZ Kementerian Agama Kota Malang dan FOZ Malang Raya menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H di MAN 2 Kota Malang, Kamis (25/06/2026). Mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Sebanyak 500 anak yatim dan 100 penyandang disabilitas menerima santunan berupa uang tunai serta voucher belanja yang dapat digunakan di 48 tenant UMKM yang telah disediakan di lokasi kegiatan. Melalui konsep ini, penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan memilih kebutuhan yang diinginkan secara langsung. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Malang, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Malang, Kantor Kementerian Agama Kota Malang, FOZ Malang Raya, para donatur, relawan, serta berbagai lembaga sosial yang turut mendukung terselenggaranya acara. Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara BAZNAS Kota Malang, UPZ Kemenag Kota Malang, dan FOZ Malang Raya. “Kegiatan ini bukan hanya memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Malang terus tumbuh. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan kegiatan yang penuh manfaat ini,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Malang menyampaikan bahwa kegiatan Lebaran Yatim merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan saudara-saudara penyandang disabilitas. Melalui dukungan para muzaki dan kolaborasi berbagai pihak, zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan dan penguatan kepedulian sosial,” tuturnya. Selain penyaluran santunan, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari para peserta, salah satunya tari kreasi yang dibawakan oleh penyandang disabilitas. Penampilan tersebut mendapatkan apresiasi dan tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang hadir. Menariknya, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran 48 tenant UMKM yang melayani transaksi voucher belanja turut membantu menggerakkan roda perekonomian lokal. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh para penerima santunan, tetapi juga oleh para pelaku usaha kecil yang berpartisipasi. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen untuk menebar maslahat dan menguatkan umat.
BERITA25/06/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Gelar Kupatan dan Rakor UPZ OPD Bersama Wali Kota, Perkuat Optimalisasi ZIS 2026
BAZNAS Kota Malang Gelar Kupatan dan Rakor UPZ OPD Bersama Wali Kota, Perkuat Optimalisasi ZIS 2026
Malang, 20 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang menggelar kegiatan Kupatan dan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama UPZ OPD Pemerintah Kota Malang yang bertempat di Gazebo Balaikota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. jajaran pimpinan BAZNAS Kota Malang, serta perwakilan UPZ dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri sekaligus memperkuat sinergi dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan OPD. Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS Kota Malang dalam menggerakkan potensi zakat di Kota Malang. Ia menegaskan bahwa optimalisasi ZIS memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami mengapresiasi langkah BAZNAS Kota Malang yang terus membangun sinergi dengan OPD. Melalui penguatan UPZ, kami berharap pengumpulan ZIS dapat semakin optimal, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kasuwi Saiban, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan peran UPZ OPD. “Melalui kegiatan kupatan dan rakor ini, kami ingin memperkuat koordinasi serta menyamakan langkah dalam optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian ZIS. Peran UPZ OPD sangat penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan zakat di Kota Malang,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Malang juga menyalurkan bantuan kepada 15 penerima manfaat dengan total nilai sebesar Rp21.950.000, yang disalurkan melalui lima program BAZNAS Kota Malang, yaitu program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah dan advokasi, serta ekonomi. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng kupatan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, yang kemudian diikuti dengan sesi pemaparan materi. Materi pertama disampaikan oleh Kasi Zawa Kemenag Kota Malang, Zaenal Arifin, S.HI., M.HI., dengan tema “Strategi Optimalisasi Pengumpulan ZIS dalam Gerakan Kebangkitan ZIS di Kemenag Kota Malang”. Dalam paparannya, disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pengumpulan zakat. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi aplikasi Bank Jatim terkait mekanisme pemotongan ZIS secara mandiri melalui payroll aplikasi J Connect, sebagai upaya digitalisasi dan kemudahan dalam penyaluran zakat bagi ASN. Kegiatan ditutup dengan sesi penyampaian laporan serta sambung rasa bersama UPZ OPD, yang dipandu oleh Dr. Sutomo, S.Ag., M.Sos., guna menampung aspirasi, masukan, serta memperkuat koordinasi antar lembaga. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang berharap sinergi bersama UPZ OPD semakin solid, sehingga pengelolaan ZIS dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Malang.
BERITA20/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Audiensi dengan Wali Kota, Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS Tahun 2026
BAZNAS Kota Malang Audiensi dengan Wali Kota, Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS Tahun 2026
Malang, 17 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang melaksanakan kegiatan audiensi bersama Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., yang bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Malang. Audiensi ini turut dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Sosial, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta OPD terkait lainnya. Audiensi ini dilaksanakan sebagai bentuk pelaporan kinerja BAZNAS Kota Malang Tahun 2025, sekaligus sebagai upaya memperkuat kolaborasi program BAZNAS dengan Dasabakti Kota Malang dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Malang menyampaikan capaian program yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025, baik pada bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah dan advokasi, maupun ekonomi. Selain itu, dibahas pula potensi sinergi program antara BAZNAS dan Pemerintah Kota Malang agar dapat semakin terarah, terukur, dan berdampak luas. Audiensi ini juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Rapat Koordinasi dengan UPZ OPD, yang akan digelar dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada tahun 2026, serta membahas mekanisme pembagian hak amil tahun 2025 secara transparan dan akuntabel. Dalam arahannya, Wali Kota Malang menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS Kota Malang dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan persoalan sosial dan pengentasan kemiskinan. Ia juga mendorong agar sinergi antara BAZNAS dan OPD terus diperkuat, sehingga pengelolaan ZIS dapat semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui audiensi ini, BAZNAS Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalitas, transparansi, serta kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang amanah.
BERITA17/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Lakukan Evaluasi dan Monitoring Program Santripreneur Batch I Tahun 2025
BAZNAS Kota Malang Lakukan Evaluasi dan Monitoring Program Santripreneur Batch I Tahun 2025
Malang, 07 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang melaksanakan kegiatan evaluasi dan monitoring Program Santripreneur yang bertempat di Ruang Rapat BKPSDM Lantai 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan keberlanjutan serta perkembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis santri. Program Santripreneur sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh BAZNAS Kota Malang sejak tahun 2025, melalui mekanisme seleksi dan lomba dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi santri melalui pengembangan usaha produktif. Pada kegiatan evaluasi dan monitoring kali ini, BAZNAS Kota Malang melakukan diskusi dan pembinaan bersama 10 santri penerima program Santripreneur yang berasal dari Kota Malang. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif melalui forum berbincang langsung antara para santri dan pimpinan. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Kota Malang, yaitu Dr. Sutomo, S.Ag., M. Sos, M. Wahid, S.Pd.I , dan Sulaiman, AP. yang memberikan arahan, motivasi, serta evaluasi terhadap perkembangan usaha para santri. Dalam sambutannya, M. Wahid menegaskan arah besar program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS. “Tujuan besar BAZNAS adalah mustahik menjadi munfiq. Oleh karena itu, program Santripreneur ini diharapkan mampu mendorong para santri untuk tidak hanya mandiri, tetapi juga nantinya dapat berbagi kepada sesama,” ungkapnya. Sementara itu, Dr. Sutomo menekankan pentingnya proses berkelanjutan dalam pengembangan usaha. “Optimalisasi dan strategi usaha harus terus diperkuat melalui evaluasi dan masukan. Dari sini kita bisa melihat perkembangan sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kendala,” jelasnya. Selanjutnya, Sulaiman mengingatkan pentingnya tertib administrasi dalam menjalankan usaha. “Setiap usaha harus memiliki pencatatan keuangan yang baik. Ini menjadi dasar dalam melihat perkembangan usaha sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujarnya. Kegiatan ini juga menghadirkan pihak Inagata yang memberikan penjelasan terkait penggunaan aplikasi keuangan guna membantu para santri dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha secara lebih tertib dan modern. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi, yang membahas berbagai aspek mulai dari kendala usaha, strategi pengembangan, optimalisasi pemasaran, hingga pelaporan keuangan yang saat ini sedang berjalan dan terus dalam proses penguatan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang berharap Program Santripreneur dapat terus berkembang dan melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi serta mampu menjadi pelaku usaha yang berdaya saing.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Bersama BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim dan Piatu dalam Gebyar Lailatul Qadar 1447 H
BAZNAS Kota Malang Bersama BAZNAS Jatim Santuni 1.000 Anak Yatim dan Piatu dalam Gebyar Lailatul Qadar 1447 H
Malang, 21 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Gebyar Lailatul Qadar Ramadhan 1447 Hijriah: Santunan 1.000 Anak Yatim dan Piatu, yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Malang Mirama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim dan piatu. Melalui santunan ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan kebahagiaan serta menumbuhkan semangat dan harapan bagi generasi penerus bangsa. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada anak-anak yatim dan piatu agar tetap memiliki cita-cita tinggi dan optimisme dalam menatap masa depan. Beliau mendoakan agar kelak di antara mereka tumbuh menjadi pemimpin yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat, daerah, bahkan bangsa. Sementara itu, Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kota Malang dalam menyelenggarakan kegiatan santunan tersebut. Menurutnya, kepedulian kepada anak yatim dan piatu bukan hanya bentuk bantuan sosial, tetapi juga investasi sosial dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih kuat dan berdaya. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kasuwi Saiban, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan yang telah terjalin dengan baik antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kota Malang. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan santunan ini dapat kembali terlaksana. “Ini merupakan kolaborasi kelima yang kami laksanakan bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan pihak pendukung yang telah membersamai ikhtiar kebaikan ini,” ungkapnya. Acara Gebyar Lailatul Qadar 1447 H ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, pimpinan BAZNAS Kota Malang, Otoritas Jasa Keuangan Malang, perwakilan Bank Indonesia Malang, pimpinan Bank Syariah Indonesia Area Malang, perwakilan Bank Jatim konvensional dan syariah, serta Universitas Brawijaya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program kemaslahatan yang berdampak nyata, khususnya bagi anak-anak yatim dan piatu, sebagai bagian dari ikhtiar membangun Kota Malang yang lebih peduli, inklusif, dan berkeadilan.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Gebrak Zakat: BAZNAS Kota Malang Dukung Penyaluran Zakat Profesi UPZ Kemenag Kota Malang di Hari Amal Bakti ke-80 dan Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H
Gebrak Zakat: BAZNAS Kota Malang Dukung Penyaluran Zakat Profesi UPZ Kemenag Kota Malang di Hari Amal Bakti ke-80 dan Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H
Malang, 13 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang hadir untuk mendukung kegiatan penyaluran Zakat Profesi dalam rangka Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 dan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H (Megengan). Kegiatan berlangsung mulai pukul di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Malang, dan diikuti oleh puluhan penerima zakat dari berbagai unit kerja keagamaan. Penyaluran Zakat Profesi ini ditujukan kepada sejumlah kelompok penerima manfaat, antara lain: Penyaluran zakat ditujukan kepada PPNPN/PTT, guru RA/MI/MTs/MA, hafidz/hafidzoh, penerima beasiswa Qoryah Sakinah, guru mengaji Sekolah Rakyat, serta warga sekitar lingkungan Kemenag Kota Malang dalam bentuk bantuan tunai dan paket sembako. BAZNAS Kota Malang diwakili oleh Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Sulaiman, S.E., M.M., didampingi oleh staf amil pelaksana, turut hadir dalam acara yang penuh semangat kebersamaan dan kepedulian sosial keagamaan tersebut. Dalam sambutannya, Bapak Sulaiman, S.E., M.M. menyampaikan rasa syukur karena pada momentum HAB ke-80 dan menjelang Ramadhan, zakat profesi dapat langsung disalurkan kepada penerima manfaat yang berhak. “Alhamdulillah, hari ini zakat profesi dari para ASN, pegawai dan muzakki telah hadir di tempat ini untuk berbagi kepada saudara-saudari kita yang berada di lingkungan Kementerian Agama Kota Malang. Semoga zakat ini menjadi berkah yang memperkuat kemandirian mereka dalam tugas-tugas keagamaan dan pendidikan. Mari kita terus tingkatkan kepedulian ini sebagai bagian dari amalan Ramadhan yang akan datang.” Acara juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Kota Malang serta seluruh pihak yang telah mendukung penyaluran zakat profesi tersebut. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara lembaga zakat dan lembaga agama dalam memperkuat keberdayaan umat dan layanan masyarakat. “Kegiatan penyaluran zakat profesi ini tidak hanya memenuhi amanat agama, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian kita terhadap sesama. Semoga bantuan ini memberikan semangat baru bagi para penerima manfaat untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan kegiatan keagamaan di Kota Malang,” ujar beliau. Kegiatan penyaluran zakat profesi ini juga menjadi momentum kebahagiaan menjelang Ramadhan, di mana semangat berbagi semakin menguat di tengah masyarakat. BAZNAS Kota Malang mengajak seluruh ASN, pegawai, dan masyarakat umum agar menyalurkan ZISnya melalui lembaga-lembaga resmi pengelolaan zakat seperti BAZNAS Kota Malang. Informasi & Layanan BAZNAS Kota Malang: https://lynk.id/baznaskotamalang
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Zakat Hadir Menyentuh Semua Lini: BAZNAS Kota Malang Salurkan Bantuan Rutin Januari 2026 Senilai Rp145 Juta
Zakat Hadir Menyentuh Semua Lini: BAZNAS Kota Malang Salurkan Bantuan Rutin Januari 2026 Senilai Rp145 Juta
Malang, 20 Januari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang melaksanakan kegiatan pendistribusian rutin bulan Januari 2026 yang bertempat di Ruang BKPSDM Lantai 1, Balaikota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Malang dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Pada pendistribusian kali ini, bantuan disalurkan kepada sekitar 90 penerima manfaat yang berasal dari berbagai latar belakang kebutuhan. Pendistribusian mencakup lima program utama BAZNAS Kota Malang, dengan total nilai bantuan mencapai sekitar Rp145.000.000. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Malang menyampaikan bahwa pendistribusian ini merupakan bentuk nyata hadirnya zakat untuk menjawab persoalan umat. “Zakat yang dititipkan para muzakki hari ini kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. BAZNAS Kota Malang berupaya agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan hidup dan mendorong kemandirian penerima manfaat,” ungkapnya. Melalui Program Kemanusiaan, BAZNAS Kota Malang memberikan bantuan biaya hidup rutin kepada 10 lansia sebatang kara yang membutuhkan perlindungan sosial berkelanjutan seumur hidup. Selain itu, bantuan kebencanaan juga disalurkan kepada 12 kepala keluarga yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Malang, yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir dan tanah longsor. Bantuan ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan meringankan beban para korban terdampak. Pada Program Pendidikan, BAZNAS Kota Malang menyalurkan Beasiswa Jatim Cerdas, program dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang disalurkan melalui BAZNAS daerah. Beasiswa ini diberikan kepada 20 siswa SMP/MTs dan 20 siswa SMA/SMK/MA. Bantuan pendidikan tersebut diberikan satu kali dalam satu tahun dan bersifat tidak berkelanjutan, sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, pada Program Dakwah dan Advokasi, BAZNAS Kota Malang menyalurkan bantuan sarana dakwah kepada beberapa masjid yang telah menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kota Malang. Selain itu, BAZNAS Kota Malang juga mendukung program syiar dakwah Islam yang dilaksanakan di berbagai wilayah Kota Malang, guna memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pembinaan umat. Pada Program Kesehatan, BAZNAS Kota Malang memberikan bantuan pengobatan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai upaya membantu mustahik memperoleh akses layanan kesehatan yang layak. Adapun pada Program Ekonomi, BAZNAS Kota Malang menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha produktif. Salah satu penerima manfaat bantuan kebencanaan renovasi rumah, Ibu Astutik, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, bantuan perbaikan rumah dari BAZNAS ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Setelah rumah kami rusak akibat bencana, kini kami bisa kembali tinggal dengan lebih aman dan layak. Terima kasih kepada para muzakki dan BAZNAS Kota Malang atas kepeduliannya,” tuturnya. Melalui pendistribusian rutin ini, BAZNAS Kota Malang terus menghadirkan zakat sebagai solusi sosial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari perlindungan dasar hingga pemberdayaan ekonomi. BAZNAS Kota Malang mengajak seluruh ASN, pegawai, dan masyarakat umum untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Malang agar semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu. Layanan & Kabar BAZNAS Kota Malang: https://lynk.id/baznaskotamalang
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Salurkan Bantuan Operasional untuk Penyaluran Bantuan Kebencanaan ke Aceh Tamiang dan Sumatera
BAZNAS Kota Malang Salurkan Bantuan Operasional untuk Penyaluran Bantuan Kebencanaan ke Aceh Tamiang dan Sumatera
Malang, 05 Januari 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang menyalurkan bantuan biaya operasional untuk mendukung penyaluran bantuan tanggap bencana kepada masyarakat terdampak di Aceh Tamiang dan Sumatera. Penyaluran dilaksanakan pada Minggu, 05 Januari 2025, bertempat di Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.M., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Malang, bersama amil pelaksana BAZNAS Kota Malang. Bantuan operasional tersebut diterima langsung oleh Donny Sandito W., S.STP., M.Si., Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang beserta jajaran pegawainya. Sambutan Perwakilan BAZNAS Kota Malang Dalam sambutannya, Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.M., menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Malang hadir untuk mendukung saudara-saudara yang terdampak bencana di luar daerah dengan semangat solidaritas dan amanah zakat yang tepercaya. Beliau mengatakan: “Penyaluran bantuan operasional ini merupakan implementasi konkret dari amanah Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari masyarakat Kota Malang. Kami berharap dukungan operasional ini dapat memperkuat sinergi dengan mitra lembaga dan pemerintahan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh Tamiang dan Sumatera. Kebaikan yang kita salurkan hari ini adalah bentuk nyata dari kepedulian umat yang terorganisir dan profesional.” Sementara itu, Donny Sandito W., S.STP., M.Si., Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Malang atas kepedulian dan kerja sama yang terjalin dalam penanggulangan bencana. Beliau menyampaikan: “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan operasional yang diberikan oleh BAZNAS Kota Malang. Bantuan ini akan membantu memperlancar penyaluran barang dan layanan kepada korban bencana di Aceh Tamiang dan wilayah lain di Sumatera. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana pemerintah daerah bersama lembaga zakat dapat bersinergi menghadirkan bantuan yang cepat, tepat, dan berdampak.” BAZNAS Kota Malang mengajak seluruh ASN, pegawai, dan masyarakat umum untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi BAZNAS. Partisipasi masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam memperluas manfaat bantuan kemanusiaan, termasuk dalam kondisi bencana alam dan situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan berkelanjutan. Setiap kontribusi zakat mendukung hadirnya bantuan yang lebih cepat, profesional, dan berdampak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Layanan & Kabar BAZNAS Kota Malang: https://lynk.id/baznaskotamalang
BERITA05/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Hadiri Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI, Terima Penghargaan Kolaborasi Strategis
BAZNAS Kota Malang Hadiri Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI, Terima Penghargaan Kolaborasi Strategis
Malang, 03 Januari 2026 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang menghadiri Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 03 Januari 2025, bertempat di MAN 1 Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Kementerian Agama, mitra strategis, serta berbagai unsur lembaga keagamaan di Kota Malang. Pada momentum tersebut, BAZNAS Kota Malang yang diwakili oleh Dr. Sutomo, S.Ag., M.Sos., selaku Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Umum, dan Pengembangan SDM, menerima penghargaan dari Kementerian Agama Kota Malang sebagai Mitra dengan Kolaborasi dan Kinerja Strategis yang Sangat Baik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dan sinergi berkelanjutan BAZNAS Kota Malang dalam mendukung program-program keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas peran aktif BAZNAS Kota Malang dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, serta berdampak luas bagi masyarakat. Kolaborasi yang terjalin antara BAZNAS Kota Malang dan Kementerian Agama selama ini dinilai mampu menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Dr. Sutomo, S.Ag., M.Sos. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Agama Kota Malang. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur BAZNAS Kota Malang serta dukungan para Muzakki. “Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh amil, mitra, dan para Muzakki yang telah mempercayakan pengelolaan ZIS melalui BAZNAS Kota Malang. Kolaborasi dengan Kementerian Agama menjadi penguat langkah kami dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan kemandirian umat,” ujar Dr. Sutomo. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kota Malang akan terus memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Agama, demi menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin profesional dan berdampak. Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun pelayanan keagamaan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS Kota Malang mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam gerakan kebaikan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan terpercaya. Layanan & Kabar BAZNAS Kota Malang: https://lynk.id/baznaskotamalang
BERITA03/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
10 Z-Qardh BAZNAS Kota Malang targetkan pembiayaan Qardh 2,5 Milyar di tahun 2026
10 Z-Qardh BAZNAS Kota Malang targetkan pembiayaan Qardh 2,5 Milyar di tahun 2026
Kota Malang, 24 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Pengurus Z-Qardh (ZQ) dalam rangka mengesahkan target capaian pembiayaan qardh di tahun 2026 sebesar 2,5 milyar rupiah. 10 Z-Qardh yang di bentuk BAZNAS Kota Malang hadir dalam rapat kerja di Kota Batu Malang diantaranya ZQ Dluhal Islam, ZQ Qoryah Sakinah, ZQ Arrahman, ZQ AlHuda UNMER, ZQ Amanah, ZQ Darul Istiqomah, ZQ BKMM-DMI, ZQ Baitul Makmur, ZQ Insan Cemara dan ZQ Arridho. Muhammad Wahid, S.Pd.I., MM. selaku Waka II Bidang Pendistribusian dan pendayagunaan menyampaikan Total Aset Z-Qardh BAZNAS Kota Malang tahun ( Nov 25 ) sebesar 816 Juta Rupiah dan target 2026 adalah sebesar 1, 5 milyar rupiah . Pembiayaan Qardh tahun 2025 sebesar 1,1 milyar dengan target meningkat di 2026 menjadi 2,5 milyar rupiah. Disampaikan lanjut BAZNAS akan terus menambah aset ZQ hingga menjadi mandiri. Senada di sampaikan Sulaiman, AP selaku waka III Bidang Keuangan pada capaian Kinerja Z-Qardh 2025 bahwa “Program Z-Qardh BAZNAS di dirikan untuk mengurangi dampak rentenir dan pinjol yang marak di masyarakat. Lembaga Z-Qardh kedepan di visikan akan menjadi Lembaga Keuangan Syariah Mandiri yang di kelola oleh Mustahik sendiri. Konsep Z-Qarh adalah melibatkan Mustahik penerima manfaat zakat sebagai mitra dalam Pengelolaan rintisan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yakni dari dana Zakat dan tabungan mustahik untuk pembiayaan qardh yang ada.” Aset saat ini 816 Juta terdiri dari ZIS 600 juta dan tabungan mustahik ( anggota) sebesar 150 juta Infaq anggota sebesar 35 juta di 2025 di targetkan meningkat 60 juta di 2026. Sambutan Ketua BAZNAS Kota Malang Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban MA dalam pembukaan Rapat kerja mengapresiasi kinerja seluruh Pengurus Z-Qardh yang ada hingga mengantarkan BAZNAS Kota Malang mendapatkan penghargaan BAZNAS terbaik untuk permodalan UMKM di Jawa Timur. Dan semoga program ini akan menjadi semangat dan kebanggaan bagi Muzaki dan ASN di Kota Malang untuk terus meningkatkan ZIS nya dan mendapatkan keberkahan dari Alloh SWT. Purwo Sujatmiko, ketua Z-Qardh Qaryah Sakinah menyampaikan ucapan terimakasih dan bangga telah menjadi bagian dari BAZNAS Kota Malang sejak Agustus 2022 hingga kini ZQ nya telah memiliki aset 130 juta , Alhamdulillah seluruh anggota kami tidak mengenal rentenir dan pinjol karena kami sudah memiliki lembaga keuangan sendiri tanpa jaminan dan bunga.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Malang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Malang.

Lihat Daftar Rekening →