WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS KOTA MALANG DAN DINAS SOSIAL GELAR EDUKASI GIZI DASHAT DI LIMA LOKASI, SALURKAN 250 PAKET SEMBAKO
BAZNAS KOTA MALANG DAN DINAS SOSIAL GELAR EDUKASI GIZI DASHAT DI LIMA LOKASI, SALURKAN 250 PAKET SEMBAKO
Malang, 29 Oktober 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang bersama Dinas Sosial Kota Malang menggelar Pelatihan dan Edukasi Gizi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) secara serentak di lima lokasi di Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Malang turut menyalurkan 250 paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat, khususnya Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok keluarga sekaligus melengkapi edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang baik bagi ibu dan anak. Kegiatan DASHAT dilaksanakan di lima lokasi, yaitu Balai RW 08, Kelurahan Bunulrejo, Jalan Sebuku Nomor 13, Gang 17; Balai Kelurahan Tlogomas, Jalan Raya Tlogomas Nomor 56; Balai RW 08, Kelurahan Bareng, Jalan Bareng Raya II C; Balai RW 5, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun; serta Balai RW 10, Kelurahan Kotalama, Jalan Muharto VII. Pelaksanaan kegiatan di lima lokasi tersebut dihadiri oleh Pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kota Malang, Kepala Dinas Sosial Kota Malang beserta jajaran, kader DASHAT, Pokja PKB, serta Keluarga Berisiko Stunting dari masing-masing kelurahan. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat dan generasi yang sehat serta mengedepankan langkah-langkah preventif dalam mencegah stunting. Menurutnya, BAZNAS melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran strategis dalam pemberdayaan umat melalui lima program unggulan, sekaligus menghadirkan kepedulian dan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia juga berharap kesadaran para aghniya untuk menunaikan ZIS melalui BAZNAS terus meningkat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Malang menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan DASHAT di lima lokasi merupakan langkah nyata untuk memperkuat edukasi keluarga mengenai pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. “Kami mengapresiasi kolaborasi bersama BAZNAS Kota Malang dan seluruh unsur yang terlibat. Melalui kegiatan ini, edukasi gizi dapat disampaikan lebih dekat kepada keluarga yang membutuhkan, sekaligus didukung bantuan sosial yang diharapkan dapat meringankan beban mereka. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya. Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Malang juga menyampaikan bahwa kegiatan DASHAT menjadi contoh pentingnya kerja bersama dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat. “Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder dalam memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi antara BAZNAS, Dinas Sosial, kader, dan unsur masyarakat, edukasi serta bantuan sosial diharapkan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan secara lebih tepat dan memberikan dampak yang nyata,” ujarnya. Dari sisi penerima manfaat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung, baik melalui bantuan kebutuhan pokok maupun penambahan pengetahuan mengenai gizi keluarga. Salah seorang penerima manfaat Ibu yeni dari kelurahan Bandungrejosari menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan membantu meringankan kebutuhan rumah tangga. “Kami merasa terbantu dengan adanya bantuan sembako ini karena dapat meringankan kebutuhan keluarga. Edukasi tentang gizi juga penting bagi kami agar lebih memahami cara memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan menjaga kesehatan anak,” ungkapnya. Penerima manfaat lainnya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak keluarga yang memperoleh perhatian dan dukungan. “Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, sehingga semakin banyak keluarga yang mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan,” tuturnya. Selain memberikan edukasi gizi, penyaluran 250 paket sembako merupakan dukungan konkret BAZNAS Kota Malang bagi keluarga penerima manfaat. Perpaduan edukasi dan bantuan sosial ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian, pengetahuan, dan keterlibatan bersama. Kolaborasi BAZNAS Kota Malang dan Dinas Sosial melalui program DASHAT diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi keluarga. Sinergi antara edukasi, bantuan sosial, dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kota Malang yang sehat dan sejahtera. BAZNAS Kota Malang mengajak masyarakat, khususnya para muzaki, untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dukungan para muzaki menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat berbagai program pemberdayaan dan pelayanan bagi masyarakat. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Malang. Dari ZIS yang Anda tunaikan, tumbuh manfaat untuk Kota Malang. Informasi dan Layanan BAZNAS Kota Malang · WhatsApp Pengumpulan: 0851-1102-5656 · WhatsApp Layanan Informasi: 081 333 81 5656 · Informasi dan pembayaran ZIS: https://lynk.id/baznaskotamalang
29/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
BAZNAS Kota Malang Perkuat Kolaborasi Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria melalui Program BAZNAS Sehat
BAZNAS Kota Malang Perkuat Kolaborasi Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria melalui Program BAZNAS Sehat
Malang, 14 Oktober 2026 – BAZNAS Kota Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui Program BAZNAS Sehat, khususnya dalam upaya penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM). Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan pendanaan kesehatan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan Kota Malang dan berbagai mitra terkait. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, BAZNAS Kota Malang telah merealisasikan bantuan kesehatan sebesar Rp135.225.000 pada tahun 2025. Komitmen ini berlanjut hingga September 2026 dengan realisasi bantuan sebesar Rp109.800.000. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan. Komitmen ini juga diperkuat melalui partisipasi BAZNAS Kota Malang dalam kegiatan workshop yang digagas oleh Yayasan Mahameru sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam penanganan permasalahan kesehatan masyarakat di Kota Malang. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, MA., menegaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. “BAZNAS hadir untuk melengkapi upaya pelayanan kesehatan yang telah dilakukan pemerintah. Melalui amanah zakat, infak, dan sedekah, kami berupaya membantu masyarakat yang menghadapi hambatan ekonomi dalam menjalani pengobatan. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini semakin kuat sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Melalui Program BAZNAS Sehat, dukungan diberikan melalui dua pendekatan utama, yaitu preventif dan kuratif. Pendekatan preventif dilakukan melalui edukasi, promosi, serta penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong pencegahan penularan penyakit. Sementara itu, pendekatan kuratif diwujudkan melalui pengobatan gratis, bantuan biaya pengobatan, serta bantuan akomodasi kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kota Malang memandang bahwa penanganan AIDS, TBC, dan Malaria tidak cukup hanya mengandalkan layanan medis. Pasien dan keluarganya juga dapat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, seperti biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan, kebutuhan nutrisi, kehilangan pendapatan, hingga stigma sosial yang dapat menghambat keberlanjutan pengobatan. Karena itu, sinergi dengan Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan mitra komunitas menjadi penting agar dukungan medis dapat berjalan beriringan dengan bantuan sosial yang diperlukan pasien. Pendekatan ini diharapkan membantu mengurangi hambatan ekonomi, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta menjaga martabat dan kerahasiaan penerima manfaat. BAZNAS Kota Malang juga menegaskan bahwa penyaluran dana ZIS dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip syariah, kepatuhan terhadap regulasi, transparansi, serta ketepatan sasaran. Koordinasi dan mekanisme rujukan bersama pihak kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Malang berharap Program BAZNAS Sehat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Dukungan para muzaki melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian penting dari ikhtiar ini. Sebab, zakat bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan, mempertahankan kualitas hidup, dan menjalani masa depan dengan lebih baik. Mari salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kota Malang. https://lynk.id/baznaskotamalangWA Layanan Informasi: 081 333 81 5656 WA Layanan Pengumpulan: 085 111 02 5656
14/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Melalui Infak, BAZNAS Kota Malang Dorong Perlindungan bagi Pekerja Rentan
Melalui Infak, BAZNAS Kota Malang Dorong Perlindungan bagi Pekerja Rentan
Malang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang terus mengembangkan inovasi pengelolaan dana umat melalui gagasan “Infak Peduli Pekerja Rentan”, sebuah skema perlindungan sosial yang diarahkan untuk membantu pekerja informal dan kelompok masyarakat rentan memperoleh perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Gagasan tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat infak agar tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas filantropi umum, tetapi juga dapat menjadi instrumen penguatan ketahanan sosial masyarakat. Melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dana infak yang dihimpun secara khusus dan sukarela dapat diarahkan untuk membiayai iuran kepesertaan pekerja rentan yang memenuhi kriteria sebagai Mustahik. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menegaskan bahwa pengembangan program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan pengelolaan dana umat yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Infak tidak hanya memiliki dimensi kepedulian sesaat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi instrumen perlindungan sosial. Melalui Infak Peduli Pekerja Rentan, kita ingin menghadirkan manfaat yang lebih terukur, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dan menghadapi risiko sosial-ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.” Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja rentan merupakan bagian penting dari upaya membangun ketahanan keluarga. Ketika pekerja terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya, keluarga juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mempertahankan keberlangsungan ekonominya. Dalam skemanya, penghimpunan infak dilakukan secara sukarela dengan akad dan administrasi yang jelas. Dana tersebut ditempatkan dalam pos khusus dan dipisahkan secara administratif dari dana zakat. Selanjutnya, calon peserta didata dan diverifikasi untuk memastikan ketepatan sasaran sebelum pembayaran iuran dilakukan melalui sistem BPJS Ketenagakerjaan. Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Malang, Dr. Sutomo, S.Ag., M.Sos., menyampaikan bahwa aspek tata kelola menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan program tersebut. Sebagai Wakil Ketua IV yang membidangi SDM, administrasi, dan umum, menegaskan bahwa: “Kunci dari program ini adalah tata kelola yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena dana yang digunakan merupakan infak khusus, maka harus ada pemisahan administrasi, pendataan peserta yang jelas, mekanisme verifikasi, serta pelaporan yang dapat dipantau. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat terus dijaga.” Dr. Sutomo menambahkan, program tersebut dirancang secara bertahap melalui pilot project dengan jumlah peserta yang terbatas. Tahapan tersebut meliputi penyusunan regulasi internal, penetapan kriteria peserta, pendataan dan verifikasi lapangan, pendaftaran peserta ke BPJS Ketenagakerjaan, pembayaran iuran, monitoring, hingga evaluasi efektivitas program. Sementara itu, dari Ibu Riyanti selaku pengurus Z-Qardh Baitul Makmur, program tersebut dinilai membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam membangun perlindungan sosial berbasis gotong royong. “Kami melihat program ini sebagai bentuk nyata bahwa kontribusi masyarakat, meskipun kecil, dapat dikumpulkan dan diarahkan menjadi perlindungan yang berarti. Z-Qardh siap ikut membantu mensosialisasikan program kepada masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa infak juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan keluarga.” Program Infak Peduli Pekerja Rentan menyasar sejumlah kelompok yang memiliki tingkat kerentanan sosial-ekonomi relatif tinggi, antara lain pedagang kecil dan mikro, pengemudi serta pekerja jasa informal, buruh harian, pekerja informal, serta pekerja rentan yang berasal dari keluarga mustahik. Penetapan peserta nantinya disesuaikan dengan hasil pendataan dan verifikasi serta kapasitas dana infak yang tersedia. Melalui skema tersebut, BAZNAS Kota Malang menempatkan infak sebagai bagian dari ekosistem perlindungan sosial yang lebih terstruktur. Dana tidak diberikan secara tunai kepada peserta, tetapi digunakan untuk pembayaran iuran kepesertaan sesuai mekanisme yang ditetapkan, sehingga manfaat program dapat diarahkan secara langsung pada perlindungan sosial ketenagakerjaan. BAZNAS Kota Malang juga menyiapkan sejumlah indikator untuk mengukur keberhasilan program, antara lain jumlah dana infak yang terhimpun, jumlah peserta yang memperoleh status kepesertaan aktif, kontinuitas pembayaran iuran, ketepatan pelaporan, dukungan komunitas, serta manfaat nyata yang diterima peserta ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya. Ke depan, hasil pelaksanaan pilot project akan menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dan menentukan kemungkinan pengembangan skala program. Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Kota Malang berharap gerakan infak dapat berkembang dari sekadar aktivitas berbagi menjadi instrumen filantropi yang mampu memperkuat perlindungan sosial, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan umat. Infak kecil yang dikumpulkan bersama dapat menjadi perlindungan sosial yang berarti bagi pekerja rentan. Melalui kolaborasi BAZNAS, Z-Qardh , masyarakat, dan BPJS Ketenagakerjaan, semangat gotong royong diharapkan dapat diterjemahkan menjadi sistem perlindungan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
30/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang

Berita Pendistribusian

Mengawali Pembukaan Kantor Baru,BAZNAS Kota Malang Salurkan Distribusi Bulan Mei
Mengawali Pembukaan Kantor Baru,BAZNAS Kota Malang Salurkan Distribusi Bulan Mei
Malang, 26 Mei 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang kembali melaksanakan pendistribusian rutin bulan Mei 2026, yang pada kesempatan kali ini dilaksanakan di kantor baru BAZNAS Kota Malang. Momentum ini menjadi langkah baru BAZNAS Kota Malang dalam meningkatkan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat, baik muzakki maupun mustahik. Pada distribusi bulan ini, bantuan disalurkan melalui tiga program utama, yaitu program kemanusiaan, program dakwah dan advokasi, serta program kesehatan, yang menyasar masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan dan hasil asesmen yang telah dilakukan. Melalui program kemanusiaan, BAZNAS Kota Malang hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan dukungan biaya hidup. Pada program dakwah dan advokasi, bantuan diberikan untuk mendukung kegiatan syiar Islam dan penguatan sarana dakwah. Sedangkan pada program kesehatan, bantuan diberikan untuk membantu masyarakat dalam kebutuhan pengobatan. Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, MA. Ketua BAZNAS Kota Malang menyampaikan bahwa pendistribusian ini merupakan bentuk nyata amanah dari para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Malang. “Setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzakki adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan keberkahan bagi para pemberi,” ujarnya. BAZNAS Kota Malang mengajak seluruh ASN, pegawai, pelaku usaha, dan masyarakat umum untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Malang. Karena melalui zakat, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga ikut menghadirkan perubahan—mengubah mustahik menjadi mandiri, bahkan menjadi muzakki di masa depan. Terima kasih muzaki, terima kasih mustahik. Informasi, layanan zakat, infak, dan sedekah BAZNAS Kota Malang: https://lynk.id/baznaskotamalang ???? Kantor Baru BAZNAS Kota Malang: Jl. Raya Sempalwadak, Arjowinangun, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65132 ???? Layanan Zakat via WhatsApp: 0813-3381-5656
26/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Malang
Mengukir Senyuman Lansia, BAZNAS Kota Malang salurkan zakat ke Panti Jompo
Mengukir Senyuman Lansia, BAZNAS Kota Malang salurkan zakat ke Panti Jompo
Malang, 01 Oktober 2024. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mentasyarufkan santunan zakat terikat oleh salah satu muzaki BAZNAS Kota Malang. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kesejahteraan para lansia yang tinggal di panti jompo tersebut, memberikan mereka rasa nyaman dan aman. Penyerahan bantuan berlangsung dengan suasana penuh kehangatan. Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. kasuwi Saiban MA., menyampaikan bahwa santunan ini adalah wujud kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama para lansia yang rentan secara ekonomi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa santunan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban para lansia yang diberikan melalui pihak panti jompo, dari segi kebutuhan sehari-hari berupa 10 paket sembako dan uang tunai. Bapak Saiful, pemilik panti jompo meyampaikan “terima kasih atas santunannya, terima kasih kepada BAZNAS Kota Malang, juga kepada Muzakki BAZNAS Kota Malang” ujarnya. Para lansia yang menerima bantuan tampak sangat bersyukur dan tersentuh oleh perhatian yang diberikan. Pihak panti jompo juga mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan oleh BAZNAS, menyatakan bahwa bantuan ini akan sangat membantu dalam menyediakan kebutuhan para penghuni panti. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan dapat terjalin silaturahmi yang lebih erat, memberikan bantuan nyata, serta mengukir senyuman kepada para lansia.
03/10/2024 | Humas BAZNAS Kota Malang

Artikel Terbaru

BAZNAS TV